http://justicefuture.blogspot.com/ Justice Future: Setting WDS di TP Link Router

Selasa, 24 Juli 2012

Setting WDS di TP Link Router


Sebelum kita mulai cara settingnya, mungkin ada beberapa maih belum tahu apa itu WDS.

well, saya akan jelaskan terlebih dahulu apa itu WDS

 


Wireless WDS


Wireless Distribution System (WDS) Memungkinkan Interconnection Beberapa Access Point Dalam Suatu Environment Wireless Network

Dengan Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan jaringan wireless dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone kabel jaringan untuk menghubungkan mereka, seperti cara tradisional. Keuntungan yang bisa kelihatan dari Wireless Distribution Systemdibanding solusi lainnya adalah bahwa dengan Wireless Distribution System, header MAC address dari paket traffic tidak berubah antar link access point. tidak seperti pada proses encapsulation misalnya pada komunikasi antar router yang selalu menggunakan MAC address pada hop berikutnya.

Suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address.

Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama. Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.


Wireless Distribution System (WDS) bisa juga direferensikan sebagai mode repeater karena dia bisa tampak sebagai Bridge dan juga menerima wireless clients pada saat bersamaan (tidak seperti system bridge tradisional). Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa throughput dalam metoda ini adalah menjadi setengahnya untuk semua clients yang terhubung secara wireless.

Wireless Distribution System (WDS) bisa digunakan dalam dua jenis mode konekstivitas antar Access point

  • Wireless Bridging dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.
  • Wireless repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)

Ada dua kerugian dalam system Wireless Distribution System (WDS) ini:

  • Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat. Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless dengan salah satu access point di router B, maka troughputnya adalah separuhnya, karena router B harus re-transmit informasi selama komunikasi antara dua belah sisi. Akan tetapi jika sebuah komputer dikoneksikan ke router A dan notebook di koneksi kan ke router B (tanpa melalui koneksi wireless), maka troughput tidak terbelah dua karena tidak ada re-transmit informasi.


pada posting kali ini saya akan coba setting WDS dengan menggunakan Router utama TP-LINK TL-WR741ND & Client TP-LINK TL-WR814ND.. pertama² tentunya harus punya router utama & AP client. kemudian lakukan upgrade firmware ke versi terbaru.upgrade ini menambahkan status wds. file nya bisa d download disini atau bisa langsung ke website TP-LINK. untuk melakukan upgrage firmware,cari menu upgrade firmware. gmpang ko ..hihihi. dan hasilnya seperti di bawah ini.





Selanjutnya kita masuk ke Menu Wireless, centang di bagian Enabled WDS Bridging

Lalu klik Survey untuk melihat Router utama yang bisa kita sambungkan.

Dan hasilnya seperti ini






Kalau sudah Connect dengan Router utama, lalu kita save dan kita reboot Acces Pointnya

Setelah itu, kalau di status WDSnya udah RUN, berarti settingan kita berhasil




Cukup sekian, kalau ada pertanyaan silahkan berkomentar.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar